Jakarta, 21 Desember 2016

Tahun 1998 merupakan tahun harapan dalam hidupku. Aku mencoba menatap masa depan yang baru setelah setahun bergumul berjuang untuk melewati masa-masa sulit diperkuliahan.  Aku bersyukur masa-masa itu dapat kulewati dengan segala daya dan upaya sampai akhirnya harapan baru itu muncul kembali.. harapan  menggapai cita dan cinta…

Siang itu diawal April 1998 selepas bertugas mengajar di PIKSI (Pusat Ilmu Komputer kampusku) aku putuskan untuk pulang ke kost-an melanjutkan kajian dan tulisan TA serta memperlajari beberapa literatur. Saat itu konsentrasiku benar-benar sedang aku pusatkan ke penyelesaiaan tugas akhir (TA) kuliah ku.  Ditengah perjalanan menuju gerbang kampus tanpa sengaja didepan lapangan basket,  aku bertemu seorang gadis yang juga teman lamaku. Gadis langsing dan manis itu menggunakan celana jeans biru dan kaos biru bergaris-garis hitam. Sang gadis terlihat sedikit berbeda dari terakhir kali kami bertemu entah beberapa tahun yang lalu.. lebih rapi, lebih cantik  dan terlihat lebih dewasa.. rasanya baru kali ini aku melihat sang gadis memasukkan tshirt kedalam celana..  Pertemuan itu terasa sekejab saja.. hanya basa-basi dan kebetulan dia juga sedang buru-buru mengikuti kelas les Inggris dikampus. Dari pertemuan ini juga aku tau kalau dia akan ikut wisuda sarjana bi pertengahan April nanti..

Pertemuan yang singkat ini membawa seluruh imajinasi dan pikiranku ke masa-masa 3-4 tahun yang lalu.  Gadis minang yang sederhana ini pernah memenuhi seluruh pikiranku.. aku suka sekali kesederhanaanya.. lembut dan sangat bersahabat..  masa-masa itu kembali terkengan dengan jelas dipikiranku.. masa-masa dimana hati selalu berbunga-bunga jika sang gadis bisa hadir dalam kegiatan bersama salah satu unit kegiatan dikampus, masa-masa ketika kita saling bercengkerama dan bersendagurau walaupun sebagian besar melalui telepon. Masa-masa dimana harapan-harapan itu aku tanam dan aku pupuk.. Namun sayang tanpa terasa semua itu berlalu begitu saja seiring dengan kesibukan kami masing-masing. Sungguh sangat menyesal aku sama sekali tidak sempat menyatakan perasaanku padanya secara langsung, menyatakan isi hatiku serta keinginanku untuk menjadi teman special baginya..  entah kenapa saat ini aku sama sekali tidak punya nyali untuk itu..  entahh..

Kami sudah lama sekali tak bersua.. sudah banyak cerita yang mengisi hari-hari ku selama ini.. selama itu pula  beberapa nama juga mengisi hatiku.. nama-nama itu datang dan pergi bahkan sebagian besar tak meninggalkan jejak.. Berbeda dengan gadis manis nan sederhana ini entah kenapa sang gadis ini selaluada  dihatiku, dan hari ini saat ini dengan pertemuan kami.. semakin jelas bahwa sang gadis masih melekat dan mantap mengisi ruang spesial dihatiku..

Dengan segala pikiran dan memori masa lalu yang berkutat dipikirannku akhirnya aku tetap melangkah.. aku akan biarkan sang gadis tetap ada dalam relung hatiku..  mudah2an jika tuhan berkehendak mungkin suatu waktu kami akan dipertemukan kembali.. disisi lain batinku aku mencoba  berujar “ah sudahlah.. dia pasti sudah jadi milik orang lain.. lupain aja.. bentar lagi akan wisuda kok.. pasti sudah punya pendamping“…  Dengan mantap aku melanjutkan perjalanan pulang dengan satu tekat bahwa aku harus segera menyelesaikan tugas akhir dan segera lulus.. itu saja dulu..

Aku kembali tenggelam dalam rutinitas mengerjakan TA.. sang gadis-pun sedikit demi sedikit mulai tergantikan dengan rumus dan teori gravitasi Newton dan Kepler sampai suatu sore diawal bulan Mei 1998, dering telpon kontrakan-ku berbunyi..  “Assalamualaikum.. ” suara seorang seorang gadis menyapa diujung sana… Ahaaaaa ternyata itu suara merdu itu milik sang gadis.. wowww sungguh sebuah kebetulan.. karena pertama, beberapa bulan terakhir ini aku sangat jarang ada di kontrakan apalagi sore hari begini.. kedua telpon  ini sudah lama matii karena tunggakan tagihan telepon yang belum kami lunasi..   “Fad.. pa kabar ? aku mau minta tolong.. ” ujar sang gadis diseberang sana..  sejenak aku terpaku..”hai baikk.. kamu pa kabar ?.. eh selamat yaa udah wisuda..  apa yang bisa aku bantu.. mudah2an bisa yaa…” jawabku. Pembicaraan kami berjalan berjalan singkat.. intinya, sang gadis ingin minta bantuan untuk nemenin ngurusin perjalanan pulang ke kampung-nya menggunakan Bis antar kota. Gadis yang setahuku selama ini selalu menggunakan pesawat terbang jika pulang kampung dengan alasan sederhana bahwa sekarang sudah lulus dan tidak ingin membenani orang tua lagi sehingga dia lebih memilih untuk naik bis dibanding naik pesawat. Sungguh kekagumannku memuncak saat itu.. karena aku sangat yakin secara finansial orang tuanya tidak ada masalah sama sekali. Tanpa pikir panjang akupun menyatakan kesiapanku untuk membantu sang gadis.. dengan senang hati tentunyaaaa…

Sejak saat itu komunikasi kami kembali terhubung dan tanpa aku sadari rasa yang dulu ada kembali tumbuh dan semakin kuattt..  berkali-kali aku mencoba meredam rasa itu karena takut kecewa.. namun rasanya sulit untuk membendungnya. Setelah memastikan bahwa sang gadis ternyata masih sendiri, aku dengan nekat dan menguatkan hati untuk menyatakan perasaanku yang dulu terpendam..  selembar kertas ku isi penuh dengan untaian rasa hatiku..  dengan satu tujuan.. hanya ingin menyampaikan rasa yang selama ini telah terpedam. Malam itu dibawah cahaya temaram diruang tamu kost-an sang gadis.. selembar kertas itu langsung dibaca sang gadis begitu aku sampaikan.. terus terang agak diluar dugaanku kalo sang gadis mau langsung baca.. waktu terasa berjalan sangat lambat menuggu sang gadis selesai membaca surat yang hanya satu halaman itu.. sesekali sang gadis menarik napas.. sesekali dia tersenyumm.. aku hanya bisa tertunduk.. dengan degup jantung berdetak kencang tak karuan. Penantian berakhir saat sang gadis menarik napas panjang dan melemparkan senyuman manis kepadaku seraya berkata “Tulisannya kecil-kecil dan rapi bangett.. ”  aku hanya bisa tersenyumm..  “Ummm.. iyaaa soo farr baik sihh.. cuma kayaknya kita belum saling mengenal lebih jauh dehh.. jadi aku belum bisa bilang apa-apa Fad..“.. lanjut sang Gadis. Aku hanya bisa terdiam dan lebih  memilih untuk tidak membahas lebih lanjut.. tanggapan itu sudah cukup buatku bahkan diluar ekspektasiku..  Lega rasanya segala perasaan yang selama ini terpendam akhirnya bisa diutarakan tanpa ada penolakan secara langsung..  dan yang aku rasakan saat itu sungguh membuat hatiku berbunga-bunga…

Kami terus berhubungan dan berkomunikasi, bahkan ketika sang gadis berada di kota-nya aku menyempatkan diri untuk sesekali menelpon untuk tetap menjaga komunikasi kami. Tak ada target yang kupasang dalam hubungan ini.. dalam pikiranku aku hanya ingin benar-benar merawat dan menjaga hubungan baik ini.. entah apa jadinya nanti yang pasti aku merasa aku sangat nyaman dan aku berusaha sedapat mungkin menjaga kenyamanan sang gadis.  Disisi lain aku juga makin semangat untuk segera menyelesaikan kuliah ku..

Tanpa terasa waktu sudah memasuki bulan september 1998, alhamdulillah tugas akhir-ku sudah rampung dan bersiap untuk maju ke sidang tugas akhir. Tanggal sidang juga sudah ditentukan. Sang gadis-pun telah kembali dari kota-nya dan sekarang bekerja disebuah konsultan interior. Siang itu berdering telpon dan diujung sana dan muncul suara sang gadis. “Fad, ntar malam bisa ke kost-an yaaa.. ada yang mau diomongin..“. Terus terang agak terkejut karena seingatku baru kali ini sang gadis memintaku untuk datang ke kost-an nya..  ada sedikit tanda tanya dalam hati-ku apakah ada hal khusus yang ingin dibicarakan atau disampaikan oleh sang gadis.. atau mungkin sekedar ingin ketemu saja karena mungkin kebetulan lagi gak ada acara atau janjian dengan teman yang lain..  aku coba enyahkan semua pikiran itu dan coba menganggap bahwa ini hal yang biasa.. toh aku  juga sudah sering main ke kost-annya dan saling bertukar ceritaa.. rasanya gak ada hal yang khusus lah. Pukul 19.00 tepat aku sampai dikost-an sang gadis.. seperti biasa dengan senyum manis sang gadis mempersilahkan untuk masuk dan kami duduk diruang tamu. “Fadli.. ada kabar yang mau aku sampein.. aku mulai minggu depan harus pindah ke Jakarta ke kantor pusat. Sekarang lagi banyak proyek di Jakarta ” jelas sang gadis. “Tapi aku rencananya belum mau langsung pidah Fad.. aku tetap masih pengen kost di Bandung.. jadi mungkin nanti bulak balik” lanjut sang gadis. Sejenak rasa sejuk mengalir di dadaku yang tadinya sedikit sesak.. Oke.. gak masalah lah buatku.. aku akan tetap jaga pertemanan kita walaupun sang gadis harus pindah kota. “Jadi gini Fad.. ummmm.. aku pengen jelasin yang dulu itu Fad.. ” lanjut sang gadis. Aku hanya bisa terdiam dan mencoba menebak arah pembicaraannya, terus terang saat itu aku gak punya ide sama sekali kemana arahnya. “Aku pengen sih melanjutkan hubungan kita ke arah yang lebih serius.. tapi aku pengennya gak main-main.. kalo Fadli emang mau.. aku pengen kita serius.. karena aku gak mau buang-buang waktuu…”  ujar sang gadis dengan mantap. Aku benar-benar terhenyak dan terkejut dengan pernyataan sang gadis kali ini.. sama sekali jauh diluar perkiraanku.. aku sama sekali tak menduga hal itu akan keluar dari mulut-nya..  disisi lain dalam hatiku  mengucap syukur kepada Allah SWT.. karena tanpa diduga telah mewujudkan mimpiku selama ini.. mimpi yang pernah kupendam selama hampir 5 tahun.. mimpi yang rasanya sudah tidak jelas arahnya akhirnya kini ada didepan matakuu..   dan malam itu resmi-lah kami menjadi sepasang kekasihh… Kekasih yang akhirnya aku nikahi tepat 15 tahun yang lalu.. kekasih yang telah lebih 18 tahun menemani jalan hidupku.. kekasih yang telah memberikanku 3 putra yang selalu memeriahkan hari-hari kami..  kekasih yang saat ini berbaring disebelahku tertidur lelap..

Happy anniversary istri-ku tercinta.. semoga kita bisa terus menjalani kebahagian hidup ini bersama seterusnya sampai maut memisahkan kitaa…