Tebet, 7 Desember 2016

timnas-2

Pertandingan semifinal Leg ke-2 turnamen AFF Cup 2016  antara Vietnam dan Indonesia yang diselenggarakan di markas Vietnam dikota Hanoi sunggguh sangat meneganggkan.. betapa tidak, banyak sekali drama terjadi sepanjang 4 babak pertandingan bahkan menjelang pertandingan tersebut dimulai.. Vietnam  yang menderita kekalahan 1-2 pada laga pertama di kandang Indonesia harus memetik kemenangan penuh jika ingin lolos ke babak puncak, sedangkan Indonesia cukup membutuhkan hasil seri untuk bisa lolos menjadi finalis ke-5 kalinya…
Sejak pagi saya memang sudah niat untuk nonton bareng anak-anak dirumah dan untuk memastikan bisa sampai dirumah sebelum pertandingan dimulai saya memutuskan untuk Bike-to-Work (padahal ini rest day latihan saya). Drama dimulai ketika pukul 17:30 hape saya berdering dan diseberang sana putra saya (Rasyad) menginformasikan kalau TV dan Internet di rumah gak nyala sama sekalii… waduuhh gimana ini.. ya sudahh akhirnya saya memutuskan buru-buru pulang dan coba memperbaiki sambungan TV-Cable sekalian menyiapkan Contigency Plan (menggunakan Antena biasa).

Pukul 18:30 sampailah saya dirumah dan ternyata diteras rumah anak2 sudah standby menyambut.. “Paaa.. TV-nya paaa.. ” teriak Rasyad dari Teras. Waduhh.. ini  kenapa lagii..”mudah2an TV-nya gak pa pa yaa” :). “TV-nya udah bisa paa.. ” ujar Rasyad kita saya selesai memarkirkan sepeda..  Alhamdulillaaahhh.. akhirnya gak perlu report-report..

Singat cerita pk. 19:00 pertandingan dimulai, kami berempat sudah standby duduk manis didepan TV. Kick off dimulai dan Vietnam langsung melakukan penyerangan ke gawang Indonesia. Serangan bertubi-tubi tanpa henti dilanjarkan ke area pertahanan Indonesia.. “Waduuhhh kok jadi begini yaaa.. kenapa sih jadi bertahan ginii.. lama-lama kan bisa kebobolann” ujar sayaa. “Iya dooong paa.. kan kita cuma butuh hasil seriii jadi bertahaaan aja, kalo ikut-ikutan menyerang bisa malah kebobolan” timpal Rasyad… hahahaha iya juga yaa.. pemikiran sederhana dari anak SD kelas-4 ini menyadarkan saya bahwa sepertinya pola pikir saya masih disisi negatif..

Lama-lama pertandingan kok makin menegangkan, sepanjang babak pertama Indonesia digempur habis-habisan tanpa diberi kesempatan serangan balik. Statistik penguasaan bola jg menunjukkan bahwa Indonesia hanya 20% dalam penguasaan bola.. bahkan Kiper Vietman Nguyen Tran Manh terlihat sering maju kedepan sampai di tengah lapangann. Kondisi ini makin diperpuruk dengan kerja sama yang kurang baik antar pemain Indonesia dimana sering terjadi salah umpan antar pemainnn.. “wahh gawat nihh, kalau begini terus bisa kebobolon” ujar ku (kali ini dalam hati saja..). Susana makin hening diruang keluarga kami melihat kondisi pertandingann.. sesekali terdengar tarikan napas panjang lega dari kami berempat ketika peluang-peluang Vietnam tidak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh pemain-pemainnyaa.. Ketegangan ini berakhir ketika wasit meniup peluit pajaanngg. Alhamdulillahhh babak pertama selesai dan kami bisa menarik napas lega sejenaakk karena kedudukan masin 0-0.

Memasuki babak kedua kondisi masih belum berubaah, tekanan demi tekanan masih dilancarkan oleh tim Vietnam ke area pertahanan Indonesia. Namun kali ini terlihat Vietman sedikit mengubah strategi-nya dengan melonggarkan tekanan dan mencoba memancing Vietname keluar dari daerah pertahannyaa. Dada kami yang tadinya serasa berat akhirnya agak longgar ketika melihat tim Indonesia mulai keluar dan melakukan serangan-serangan ke area pertahanan Vietnam.. sampai akhirnya pada menit ke-50 terjadi momen yang sangat luccuuu (kalau tidak mau dibilang konyol, red.) . Kesalahan fatal dibuat oleh pemain bertahan Vietnam yang gagal menyapu bola hasil sontekan Boaz Salosa persis didepan gawan Vietnam. Kesalahan ini berakibat Fatal karena dengan mudah Bola didorong oleh penyerang Indoensia (Stevano Lilipaly) ke gawang Vietnam dan hasilnyaa goooooollll 1-0 untuk Indonesia. Kami sempat begong melihat kejadiaan ini dan akhirnya  secara spontaann kami ketawa terbahak-bahak melihat kejadiaan tersebutttt.

andik-vermansah-kiri-dan-stefano-lilipaly-_161126200751-328

Drama terus berlanjut ketika pada menit ke 70 kiper Vietnam diganjar kartu Merahh tanpa alasan yang tidak kami ketahui. Kejadian ini terjadi ketika pemain Indonesia Bayu Pradana berjibaku dengan kiper Vietnam dan sesaat kemudian setelah wasit berdiskusi dengan hakim garis ganjaran kartu merah langsung diberikan kepada kiper Vietnam. Cukup membingungkan memang karena kejadiannya tidak terlihat dengan jelas di layar TV. “Itu lhoo paa, kan kipernya tadi nendang Bayu Pradanaa.. makanya dikasi kartu merah sama wasiitt” jelas Rasyad dengan penuh percaya diriii.. hehehe ok, sementara saya anggap begitu deh kejadiaannyaa. Tentunya drama ini jadi keuntungan besar buat Indonesia yang sudah unggul 1-0 (agregat 3-1) dan cukup berhadapan dengan 10 pemain Vietnam, ditambah lagi kiper pengganti berasal dari pemain bertahan Vietnam. “wahh tenanglahh kalo gini.. Indonesia pasti masuk final” ujar saya. “Ehh.. belom tentu lhooo paaa. kan bisa aja Vietman nge-gol-in lagi.. belum tentuu paaa..” protes Rasyad yang membuatku kembali terhenyak dan sedikit mengurangi over confidence ku ini … hehehehehe..

Drama masih berlanjutt… dimenit-menit akhir babak ke-2.. tanpa disangka-sangka Vietnam dengan 10 pemain kembali bertubi-tubi melancarkan serangan kegawang Indonesia dan membuat kami terhenyak ketika pemain Vietnam Văn Thanh Vũ menyamakan kedudukan  pada menit ke-80.. waduuhhh bener nih kata Rasyad. Sejak saat ini ketegangan kembali memuncak.. serangan demi serangan secara sporadis dilakukan 9 pemain Vietnaamm. Ok, masuk menit ke 90 dengan injuri time selama 5 menittt.. “ayyooo dongg Indonesia… jangan gool ” lirih Rasyad berkali-kali menyemangati timnas kesayangannya  ntuk mempertahankan situasi aman. Jantung ini berdegup kencang  sepanjang injuri time (kalau diukur dengan HR monitor, mungkin berada di Zone 5).  Vietnam makin menggila dan membabi buta melanjarkan serangan ke area pinalty Indonesia.. daaann duaaarrrrrr hal yang paling kami takutkan terjadii.. pemain vietman Minh Tuấn Vũ berhasiill menyarangkan bola ke gawang Kurnia Mega dan mengubah kedudukan menjadi 2-1 dengan agregat 3-3… Sungguh sangat disayangkannnn, padahal kemenangan sudah didepan mataa bahkan cuma butuh 2 menit lagi Indonesia melengggang dengan aman ke babak puncak.. kami semua terlihat shock dan masih gak percaya kok bisa yaaa.. sudah unggul jauhh bahkan cuma melawan 10 pemain masih bisa kebobolan. Catatan penting bagi saya adalah semangat dan daya juang pemain Vietnam sangat layak diancungi jempol.. luar biasaaa memang mereka dengan kondisi sangat terbatas mereka masih bisa all out sampai titik darah penghabisan pantang menyerahhh.. bravo Vietnam.

Ok, sampai dengan akhir babak kedua pertandingan secara agreagat berimbang (3-3) dan pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2×15 menit. Walaupun sangat kecewa tetapi kami masih menyimpan optimisme mengingat Indonesia unggul jumlah pemain dan kiper Vietnam pun hanya kiper gadungann.. harusnya jika Indonesia bangkit menyerang kita tetap menang.. “Ayoooo Indonesia kamuu bisaaaa… ayooo bikin Gooll” teriak Rasyad menyemangatii…

Babak tambahan pertama bergulir dan Indonesia langsung melakukan inisiatif penyerangan. Benar saja.. dengan kekuatan yang lebih baik, ternyata Indonesia dengan mudah mampu menguasai pertandingan.. ditambah lagi terlihat adanya keleahan pada pemain Vietnam. Peluang emas itu akhirnya terjadi di menit ke 95, ketika Ferdinan Sinaga dengan cerdik berhasil meloloskan diri dari jebakan off-side Vietnam dan berhadapan langsung dengan kiper Vietnam. Tidak ada pilihan lain bagi sang kiper selain menjatuhkan penyerang Indonesia tersebut walaupun harus menerima ganjaran tendangan penalti bagi Indonesia. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh Manahati Lestusen yang dengan mantap menancapkan bola kedalam gawang Vietnam.. kondisi berubahh menjadi 2-2 dan Indonesia unggul secara agregat 4-3. Rasa tegang dan kekecewan yang menyelimut kami tiba-tiba sirna.. kali ini kami optimis Indonesia bisa lolos ke babak Final..

Drama belum berakhirrr…  di menit-menit akhir babak perpanjangan waktu pertama kembali terjadi insidennn.. Zulham yang lolos dari jebakan offiside kembali dijatuhkan oleh kiper Vietnam.. wasit pun kembali mengganjar hukuman pinalti buat Vietnam.. kami pun akhirnya lega.. karena kemungkinan besar Indonesia akan aman.. namun sejurus kemudian setelah kembali berdiskusi dengan hakim garis wasit meng-anulir kepussannya dengan membatalkan hukuman pinalty tersebutt.. sontaak kami kaget dan kecewa.. “koookk gitu sihh paa.. gimana sih wasitnya.. pinalty dong paaa ituuuu” protes keras Rasyad..   Sungguh mengecewakan memang, tapi itulaahh sepak bola.. semua kemungkinan bisa terjadii..

Memasuki babak-2 perpanjangan waktu.. Vietnam kembali melancarkan serangan ke pertahanan Indonesia.. kami makin tegang karena satu gol saja dari Vietnam cukup untuk menamatkan asa Indonesia melaju ke babak semifinalll…  menit kem menit terasaa sangaaatt menegangkaaann.. “ayooo dongg Indonesia… jangan goooll donggg.. ayoooo bertahaaann” teriak Rasyad tanpa henti.. Saya hanya bisa terdiaaamm separo menahan napas sepanjang 15 menit pertandingannn..  Serangan demi serangan kembali dilancarkan Vietnam, bahkan sang kiper -pun sudah tidak peduli dengan gawang-nyaa dan selalu berada didaerah pertahanan Indonesia untuk membantu penyerangaaann..  mata ini tak berekedip rasannyaaaa.. mulut terasa kaku dan dada  masik terasa sesaaakk.. suara degupan jantung juga seperti memburu-buru waktu yang terasaa sangat lambat berjalaannn.. sungguh tak terbayangkan jika Indonesia harus kebobolan lagiii.

Belajar dari pengalaman di akhir babak ke-9, Indonesia kali ini benar-benar bertahaan dan menempatkan 11 pemainnya di depan kotak pinalty.. gempuran demi gempuran Vietnam Alhamdulillah bisa diredam oleh kaki-kaki kokoh  pemain Indonesiaaa… “Jangaaan goooll dongggg.. Jangaan goool donggg” lirih Rasyad penuh harapan. Memasuk menit ke 119, waktu berjalan makin lambattt.. detik demi detik terasaa sangat panjaaanggg.. sampai akhirnya waktu menunjutkkan 120 menit dan wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhirrrr..  Alhamudlillah drama 120 menit ini sudah berakhir dan Indonesia berhasil lolos ke babak Final..

Sungguh tontonan yang sangat spektakuler… salut untuk perjuangan dan semangat kedua tim.. selamat buat tim Indonesia yang berhasil lolos ke partai puncak untuk ke-5 kali-nyaaa..

timnas-menang